Yap, Toffee dan Coffee. Masih bingung yah? memang sih nama dua jenis makanan itu hampir sama. Tapi aslinya beda. Beda banget malah. Toffee lebih condong ke jenis permen manis yang dicampur atau terkadang berbahan dasar caramel. Hahaha, udah kebayang kan gimana enaknya. Sama dong, pertama coba, permen ini udah merebut urat-urat saraf perasa manis di lidah aku. (lebay kali yah) tapi gimana lagi. Emang enaknya gimanaaaaaa gitu. Lengket-lengket di mulut. Tapi renyah juga.
Dari sini ketauan banget kan bedanya sama coffee. Nah minuman satu itu juga bisa aja bikin ketagihan. Dari rasa manisnya, pahitnya, aromanya, sampai... aduh apa yah, pokoknya nggak boleh dilupakan juga. Kalo coffee nggak perlu dijelasin lagi kan apa itu? Coffee atau kopi kan sering banget kita temuin. Baik yang kpi lokal maupun kopi impor. Tapi diantara semua kopi entah kenapa jenis frappuccino yang paling lengket di lidah. kayak ini nih...
Gimana sama kalian? Beda-beda sih pastinya. Haha. Oke deh, aku juga mau berbagi sedikit sejarah kopi. Boleh kan ya? :)
SEJARAH KOPI
Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis beri-berian.Ia pun mencoba memasak dan memakannya.Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional.Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.
Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis beri-berian.Ia pun mencoba memasak dan memakannya.Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional.Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.
MACAM-MACAM JENIS KOPI
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi.
Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.
Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.
Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.
Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.
Nah, jadi nggak semua kopi itu bikin ketagihan kok. Maksudnya, kopi juga punya manfaat buat kita. Kalo toffee sih belum tau apa manfaatnya. Eh ada ding, manfaatnya bikin yang makan awet muda, murah senyum, dan bahagia. Haha, nggak percaya? yaudah sama.
Menurt sedikit perbandingan tadi, menurut aku nggak ada yang menang ataupun kalah. Dua-duanya sama-sama penting banget buat diinget. Apalagi dikonsumsi. HAHAHA. Betul kaaaaan. Buat yang belum pada nyoba, yuk buruan cobain dua jenis menu enak itu. Nggak perlu yang mahal. Yang murah juga banyak kok. Asal jeli dan nggak salah makanan. :)
Udah ya, segitu dulu aja, makin lama makin ngelantur aja kan ngebahasnya. Oh iya, makasih banyak yang udah nyempatin mampir dan baca blog ajaib ini. Cobain juga yah toffee sama coffee nya. Daaaadaaah :* haha :D

